(dikenal pula sebagai Liverpool atau The Reds) adalah sebuah klub sepak bola peserta Liga Utama Inggris. Liverpool adalah klub tersukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris yang bermarkas di kota Liverpool. Liverpool telah memenangkan 5 trofi Liga Champions (dulu Piala Champions), yang merupakan rekor Inggris.18 gelar Liga Inggris, 7 Piala FA, serta, 7 kali juara Piala Liga. Stadion mereka berada di Anfield, yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool.
Nama lengkap Liverpool Football Club
Julukan The Reds
Didirikan 15 Maret 1892
(oleh John Houlding)
Stadion Anfield
(Kapasitas: 45.276)
Pemilik John W. Henry dan Tom Werner
(New England Sports Ventures)
Ketua Tom Werner
Manajer
Liga Liga Utama Inggris
PRESTASI YANG PERNAH DICAPAI
- Juara Divisi Satu 18
- 1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90
- Juara Divisi Dua 4
- 1893/94, 1895/96, 1904/05, 1961/62
- Juara Liga Lancashire 1
- 1892-93
- Liga Champions 5
- 1976/77 3-1 vs. Borussia Mönchengladbach
- 1977/78 1-0 vs. Club Brugge
- 1980/81 1-0 vs. Real Madrid
- 1983/84 1-1 (4-2 melalui adu penalti) vs. AS Roma
- 2004/05 3-3 (3-2 melalui adu penalti) vs. AC Milan
- Juara Piala UEFA 3
- 1972/73, 1975/76, 2000/01
- Juara Piala FA 7
- 1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/2001, 2005/2006
- Juara Piala Remaja FA 2
- 1995/96, 2006/07
- Juara Piala Liga 7
- 1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1994/95, 2000/01, 2002/03
- Juara Charity Shield 15
- 1963/64, 1964/65+, 1965/66, 1973/74, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1985/86*, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 2000/01, 2005/06
- Juara Piala Super Eropa 3
- 1977, 2001, 2005
- Juara Piala Super Inggris 1
- 1985/86
- Juara Divisi Satu untuk Cadangan 16
- 1956/57, 1968/69, 1969/70, 1970/71, 1972/73, 1973/74, 1974/75, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1984/85, 1989/90, 1999/2000
SEJARAH PERSETERUAN LIVERPOOL FC DAN MANCHESTER UNITED
***********************************************************************************
Shankly yang prestasinya biasa-biasa saja sebelum memegang Liverpool, hanya dalam waktu lima tahun membawa Liverpool dari klub papan tengah divisi dua menjadi juara divisi satu menyingkirkan MU maupun -- yang lebih penting lagi sebenarnya -- musuh bebuyutan satu kota sekaligus juara bertahan, Everton. Dua tahun kemudian di tahun 1966 ia mengulangi prestasi itu. Tahun 1965 ia membawa Liverpool menjuarai Piala FA untuk pertama kalinya.
Shankly tidak lagi membawa Liverpool menjadi juara divisi satu hingga tahun 1973. Namun dalam proses kebangkitan Liverpool ia menanamkan rasa percaya diri yang luar biasa bahwa Liverpool tidak kalah besar dengan klub lain. Bahwa bermain untuk Liverpool adalah sebuah kehormatan. Dan andaipun Liverpool tidak menjadi juara, sangat penting untuk mengalahkan mereka yang dianggap terbesar dan tersukses, bagaimanapun caranya, bermain habis-habisan seolah mati hidup tergantung pada pertandingan itu.
Shankly dengan sengaja menjadikan MU sebagai sasaran. Apalagi ketika mereka di tahun 1968 menjadi klub Inggris pertama yang memenangi Piala Champions. Boleh saja MU waktu itu menganggap dirinya klub tersukses, tetapi bertemu Liverpool mereka tahu reputasi itu tak ada artinya. Pertandingan akan berlangsung seperti pertempuran habis-habisan.
Adalah "kehendak" sejarah bahwa di tahun 1970-an MU dan Liverpool bertukar posisi. Ketika revolusi yang diawali oleh Shankly diteruskan Bob Paisley dan kemudian Joe Fagan – dua asisten pelatih Shankly -- membuat Liverpool bukan saja raja Inggris tetapi juga Eropa, nasib MU terpuruk-puruk bahkan sempat terdegradasi ke divisi dua di tahun 1975. Namun perseteruan antara kedua klub sudah terlanjur mapan dan tidak mengendor untuk tidak dikatakan malah makin sengit. Liverpool ganti menjadi klub paling sukses di Inggris tetapi mereka tahu melawan MU adalah persoalan berbeda. MU akan menjadi “Setan Merah” yang sesungguhnya dan Liverpool harus bersiaga tanpa henti.
Sejak pertengahan tahun 60-an itulah pertarungan MU melawan Liverpool menjadi salah satu pertandingan paling sengit dan paling ditunggu publik Inggris, seolah lepas dari konteks keseluruhan kompetisi liga. Kedua klub seperti bertekad, kalaulah tidak menjadi juara maka yang lebih utama bagi MU adalah mengalahkan Liverpool, begitupun sebaliknya.
Kedua klub saling mengukur pencapaian prestasi mereka dari apa yang sudah diraih oleh keduanya. Ingatkah Anda ketika Alex Ferguson untuk pertama kalinya datang ke MU lebih 20 tahun silam? Ketika ditanya wartawan salah satu target utamanya menjadi pelatih di Old Trafford, Ferguson tanpa sungkan menjawab: "Menendang Liverpool dari puncak hirarki sepakbola Inggris."
Seperti Shankly di Liverpool, Ferguson melakukan revolusi di MU. Bedanya, Ferguson bukan sekadar memulai revolusi tetapi juga menjaga revolusi itu untuk tidak padam. Ia masih saja menjadi pelatih hingga kini. Ia memegang janjinya untuk menendang Liverpool dari puncak hirarki sepakbola Inggris. Entah untuk berapa lama lagi.....
Shankly tidak lagi membawa Liverpool menjadi juara divisi satu hingga tahun 1973. Namun dalam proses kebangkitan Liverpool ia menanamkan rasa percaya diri yang luar biasa bahwa Liverpool tidak kalah besar dengan klub lain. Bahwa bermain untuk Liverpool adalah sebuah kehormatan. Dan andaipun Liverpool tidak menjadi juara, sangat penting untuk mengalahkan mereka yang dianggap terbesar dan tersukses, bagaimanapun caranya, bermain habis-habisan seolah mati hidup tergantung pada pertandingan itu.
Shankly dengan sengaja menjadikan MU sebagai sasaran. Apalagi ketika mereka di tahun 1968 menjadi klub Inggris pertama yang memenangi Piala Champions. Boleh saja MU waktu itu menganggap dirinya klub tersukses, tetapi bertemu Liverpool mereka tahu reputasi itu tak ada artinya. Pertandingan akan berlangsung seperti pertempuran habis-habisan.
Adalah "kehendak" sejarah bahwa di tahun 1970-an MU dan Liverpool bertukar posisi. Ketika revolusi yang diawali oleh Shankly diteruskan Bob Paisley dan kemudian Joe Fagan – dua asisten pelatih Shankly -- membuat Liverpool bukan saja raja Inggris tetapi juga Eropa, nasib MU terpuruk-puruk bahkan sempat terdegradasi ke divisi dua di tahun 1975. Namun perseteruan antara kedua klub sudah terlanjur mapan dan tidak mengendor untuk tidak dikatakan malah makin sengit. Liverpool ganti menjadi klub paling sukses di Inggris tetapi mereka tahu melawan MU adalah persoalan berbeda. MU akan menjadi “Setan Merah” yang sesungguhnya dan Liverpool harus bersiaga tanpa henti.
Sejak pertengahan tahun 60-an itulah pertarungan MU melawan Liverpool menjadi salah satu pertandingan paling sengit dan paling ditunggu publik Inggris, seolah lepas dari konteks keseluruhan kompetisi liga. Kedua klub seperti bertekad, kalaulah tidak menjadi juara maka yang lebih utama bagi MU adalah mengalahkan Liverpool, begitupun sebaliknya.
Kedua klub saling mengukur pencapaian prestasi mereka dari apa yang sudah diraih oleh keduanya. Ingatkah Anda ketika Alex Ferguson untuk pertama kalinya datang ke MU lebih 20 tahun silam? Ketika ditanya wartawan salah satu target utamanya menjadi pelatih di Old Trafford, Ferguson tanpa sungkan menjawab: "Menendang Liverpool dari puncak hirarki sepakbola Inggris."
Seperti Shankly di Liverpool, Ferguson melakukan revolusi di MU. Bedanya, Ferguson bukan sekadar memulai revolusi tetapi juga menjaga revolusi itu untuk tidak padam. Ia masih saja menjadi pelatih hingga kini. Ia memegang janjinya untuk menendang Liverpool dari puncak hirarki sepakbola Inggris. Entah untuk berapa lama lagi.....
Dan kenyataanya Liverpool tdk mau terpuruk dgn mengambil King Kenny kembali menjadi pelatih, dan semenjak kedatangannya Liverpool kembali beranjak, menggeliat, meamasuki tempat yg sebenarnya.... THE BIG FOUR.. ( tdk musim ini tp masih ada musim depan ). Kejayaan yg dulu ada hrs dikembalikan kembali ... YNWA .. YOU WILL NEVER WALK ALONE....
Dan persaingan tsb di tambah dgn transfer pemain...Jhon Barnes...yg seharus nya bermain di old traford di bajak ke anfield.
Dan semenjak saat itu tidak ada satu pemain pun yg berganti kostum secara langsung.
Termasuk permintaan gabriel heinze oleh THE RED kala itu..di tolak mentah2 0leh MU.
DAN kini giliran REINA yg membalas nya...**********************************************
PELATIH TERSUKSES LIVERPOOL FC
PELATIH TERSUKSES LIVERPOOL FC
1. BILL SHANKLY yang prestasinya biasa-biasa saja sebelum memegang Liverpool, hanya dalam waktu lima tahun membawa Liverpool dari klub papan tengah divisi dua menjadi juara divisi satu menyingkirkan MU maupun -- yang lebih penting lagi sebenarnya -- musuh bebuyutan satu kota sekaligus juara bertahan, Everton. Dua tahun kemudian di tahun 1966 ia mengulangi prestasi itu. Tahun 1965 ia membawa Liverpool menjuarai Piala FA untuk pertama kalinya.
Shankly tidak lagi membawa Liverpool menjadi juara divisi satu hingga tahun 1973. Namun dalam proses kebangkitan Liverpool ia menanamkan rasa percaya diri yang luar biasa bahwa Liverpool tidak kalah besar dengan klub lain. Bahwa bermain untuk Liverpool adalah sebuah kehormatan. Dan andaipun Liverpool tidak menjadi juara, sangat penting untuk mengalahkan mereka yang dianggap terbesar dan tersukses, bagaimanapun caranya, bermain habis-habisan seolah mati hidup tergantung pada pertandingan itu.* ( KUTIPAN ) *
"At a football club, there's a holy trinity - the players, the manager and the supporters. Directors don't come into it. They are only there to sign the cheques."
-- Bill Shankly (1913-1981).
-- Bill Shankly (1913-1981).
2. Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan BOB PAISLEY yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti : Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuad muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.3. Pada masa kepemimpinan KENNY DALGLISH , Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish berhenti pada tahun 1990. Saat itu Kenny Dalglish mengundurkan diri menjadi pelatih karena dibayang-bayangi Tragedi Hillsborough dan Heysel , dimana saat itu beliau menjadi saksi mata sekaligus saksi hidup kejadian itu,yang menimbulkan semacam trauma tersendiri kepada Kenny Dalglish.
4. RAFAEL BENITEZ datang ke Liverpool FC setelah berhasil membawa Valencia menjadi juara Liga Spanyol 2 kali dan juara Piala UEFA. Harapan Liverpudlian untuk menjadi juara Liga Inggris kembali membumbung tinggi setelah Benitez berhasil membawa Liverpool FC menjuarai Liga Champions untuk yang ke 5 kalinya. Pada final yang dikenang sebagai partai terhebat sepanjang masa, Liverpool FC berhasil mengalahkan AC Milan setelah tertinggal 0-3 di babak pertama. Tetapi gol dari kapten Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan penalti Xabi Alonso berhasil membawa Liverpool FC ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Kiper Liverpool FC Jerzy Dudek menjadi pahlawan setelah berhasil menahan tendangan penalti Shevchenko. Kemenangan pada partai final Liga Champions inilah yang menjadi alasan kapten dan legenda hidup Liverpool FC Steven Gerrard untuk tidak pindah ke klub lain. Keputusan yang disambut gembira oleh para Liverpudlian. Liverpool FC kemudian dibawa Rafael Benitez untuk menjadi juara Piala Super Eropa dengan mengalahkan juara Piala UEFA CSKA Moskow dengan skor 3-1. Piala FA tahun 2006 menjadi piala terakhir yang dipersembahkan oleh Rafael Benitez untuk Liverpool FC. Dalam perjalanan menuju final piala FA, Liverpool FC mengalahkan Luton Town dengan skor 5-3, MU 1-0, Birmingham City 7-0 dan mengalahkan Chelsea 2-1 di semi-final. Di partai final Liverpool FC berhasil mengalahkan West Ham United dengan Steven Gerrard sebagai Man Of The Match. Steven Gerrard memberi umpan untuk gol pertama, melakukan tendangan voli untuk gol ke 2 dan melakukan tendangan jarak jauh yang fenomenal pada menit ke 91. Dengan skor 3-3 akhirnya pertandingan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Walaupun selama pertandingan kiper Pepe Reina beberapa kali melakukan kesalahan fatal, tetapi pada saat adu penalti berhasil menahan 3 dari 4 tendangan pemain West Ham United. Final Piala FA ini disebut sebagai 'Final-nya Gerrard' dan dicatat sebagai partai final terbaik di era modern Piala FA. Setelah memenangi Piala Community Shield tahun 2006 dan berhasil mencapai final Liga Champions 2007, musim-musim berikutnya menjadi musim tanpa gelar bagi Rafael Benitez dan Liverpool FC. Satu-satunya kabar yang menggembirakan bagi Liverpudlian adalah kembalinya 'King' Kenny Dalglish untuk membidani Liverpool FC Youth Academy pada tahun 2009. Akhirnya Rafael Benitez berhenti pada tanggal 3 Juni 2010 dan digantikan oleh Roy Hodgson.
_________________________________________________________________________________
YANG MEMBUAT SAYA MENJADI LIVERPUDLIAN
* Panggilan Jiwa kali yah , hehehe :D :D
* Sejak remaja , lupa umur berapa yah tapi kalau ga salah sekitar tahun 2002 , gw kenal Liverpool Fc dari Orang tua gw sendiri , Bapak gw Liverpudlian sejati euy , pemain idolanya Kenny Dalglish dan Ian Rush , sampai skrg masih setia tuh buat jd fan Liverpool Fc , hari hari kl ktemu waktunya bicara sepakbola melulu about Liverpool Fc.. Siipp kan !! Padahal gw cewek lho:-p ( adek gw cowok mlahan cules ) , hehe..
Skrg bokap gw idolakan Dirk Kuyt , kty pemain ini mirip dgn skill Ian Rush yg tidak pernah kenal lelah mengejar bola..
* Fanatiknya dimulai tahun 2005 , final UCL yg mempertemukan Liverpool vs Milan , kalau kamu pudlian pasti tahu banget donk gimana Final itu menjadi final terbaik Liga Champion sampai saat ini,final 1999 milik tetangga KALAH tuh ..
KEREN banget euy , kedudukan 3-0 disamakan mnjadi 3-3 dalam tempo 15 menit , dan berakhir adu pinalti, ( DUDEK terpilih menjadi Man Of The Match ) , duh gw sendiri jd MERINDING ,,,,,,gmn gt yah , wew ... pokoke tiap ada ksempatan di depan PC , gw slalu buka video youtube nya , srrrrgghhhhh , keren dahhhh , Stevi G and Alonso , maknyosssssssssss...
* Cakepnya punggawa Anfield Gank!!Koplak ^_^
" Stevi G " Steven Gerrard ... sebagai cewek normal, Kapten yg satu ini tetap jd
idola gw donk !! hihiihi .. "
" John Flano , Jack Robinson :-p ...
hahahhaha gw demen - gw demen banget sm yg cakep-cakep .. hohoho .. just kid kid..ing!!
" Martin KeLLy , berondong cakep ini hampir sebaya sm gw , hehee.. gw tergila gila sm pemain yg satu ini , sm dgn Sang kapten asli Merah, dr Melwood..
gw narsis dikit gpp yee,waqwaqwaq.....

" Agger , penampilannya yg rada-rada Nge -Punk , body yahud , jgn ditanya , bikin cewek cewek keblinger , argghhhh..

" Skrg , thn 2011 , tepatnya bln juni , Juli , Liverpool Fc kedatangan brondong2 baru , Stewart Downing ( cakep ) , Jordan Henderson ( cakep , buat ngiler ) .. Charlie Adam , sdh berumur sih tp wajahnya masih bs buat dipantengin , waqwaqwaq...
.... ini sih cm canda ..
INTINYA SIH " BORN A RED , LIFE A RED , DIE A RED , FOREVER THE REDS "
YOU WILL NEVER WALK ALONE ..
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
*********************************************************************************
PENGALAMAN GW SEBAGAI LIVERPUDLIAN
Banyak makan asam garam jg nih , hehehe .. ( kyk yg bnar aje :-p ) ..
* Sering nobar nih , sumpah kl di tempat gw tinggal Pematangsiantar , mau nyari liverpudlian kyk nyari jarum ditumpukan jerami, hanya perna ktemu pudlian lgsg 1 org doank , paling2 kl partai besar kyk Liverpool vs MU aja br muncul pudlian yg lain tuh pun pukul rata dah berumur smua ,ga ada yg seumuran gw ( miris yg jadi anak daerah yah ) , y bgtulah , hehe ....
* Pernah Nobar , dilecehin sm cowok2 Mancu**** , kl yg 1 ini jgn ditanya , tiap x gw nobar pasti deh , kl Liverpool yg kalah disorakin tuh dr blakang , tp gw adem ayem aje, anggap mreka smua kaga ade , sjenis dedemit sm kyk nama klub nya *se... hehe.. tapi yg paling gw kenang ada 2 nih pas bln Maret skitar thn 2009 , MU kalah 4-1 di OT , waqwaqwaqwaq ngakak dah, wajah mancu**** kyk kerupuk ireng smua , gw dgn coolnya melangkah dgn kepala tegak , ( ngumpat dlm hati , modar ni yeeee si lawan ) hihihi..
yg paling membekas kmarin br aja thn 2011 , wew , kalah 3-1 , tuh hrsnya 3-0 , cm gol nasib aja si lawan , hihihi , disebelah gw adamancu**** satu kampus , gw habisin dia, caranya GOL , gw nari2 disebelahnya , akhirnya dia blg gw sinting , cuek aja dah , SINTING COS LIVERPOOL FC , NO PROBLEM, hahahhahaha....
* Di kampus gw, jgn ditanya hanya gw kali cewe yg demen bola , tp paling sering jd bahan olok-olokan sm kawan2 yg lain yg notabene milanisti , mancu**** , cules , interisti , apa lg sjk 2 thn terakhir Liverpool g msk Champion , huhuhuhhuhuhuhuhuuhu, sedih ? Ngggakkkkkk banget deh .... biasa aja lage, ,,,,,,,
*masih banyak pengalaman lain nih , tp ntarrrrrr gw kasitau ye....
Pic yg paling gw demen sebagai Liverpudlian ? Nah ini dia :: ::::
hehehe , tuh diambil saat abis final Champion 2011 ( g perlu gw jabarin lg yah artinya)...hehe..
**** Ok , sekian dulu yah , ntar ada ksempatan gw terusin lagi , yg penting nih masih 1% CURAHAN HATI gw ABOUT LIVERPOOL FC , masih banyaakkkkkk kok , ..........****
YOU WILL NEVER WALK ALONE.. YNWA ..
JFT96 <3 <3
NB : nantikan crita gw yg lain yaa...
ttg Om Carra,
tanggapan liverpudlian ttg Liverpool fc yg gw share dr grup pudlian gw ,
ttg teman2 pudlian gw ,pokoke byk lg dech ,
JANGAN LUPA KOMENTAR NYA GW TUNGGU YAH , Please , YNWA...
^_^ Ruth Liverpudlian GirL ^_^










